Deklarasi Ini Dikirim Ke Jepang Lewat Organisasi

988sport – Pendukung di mancannegara dan mengungkapkan indera krisis orang penan yang mendesak. sebuah perusahan penggergajian kayu yang berafiliasi ke jepang juga tengah beroprasi di kawasan ini pada saat itu. Fakta bahwa pemerintah jepang mendanai konstruksi jembatan bagi perusaan ini dengan dana ODA menjadi masalah bagi perlemen jepang.

Setelah menginap semalam di rumah wan maron lebih tepat nya gubuk ketimbang rumah saya baru bisa lihat keseharian hudip orang penan. Saya melihat seorang pasutri manula di pagi hari yang akan berburu bersama. Sang suami menyandang tomak, parang dan anak panah, si istri membopong tikar penda besar dan keranjang sembil menyisi sisi.

Keduanya nampak sangat dekat. Mereka nengeluh belakangan ini meskipun kami berjalan di hutan dua atau tiga hari kadangkala kami tidak bisa bawa buruan satu pun. Waktu menuruni tepian sungai di belakang rumah, saya melihat seorang ibu muda tengah asik memandikan anak perempuan nya dan di samping nya seorang bocah laki tengah menangkap ikan di jala.

Betapa lengah nya hutan itu di tepian sungai pasangan setengah baya mengucurkan kanji dengan cara menyiram sagu. Sang suami hanya mengenakan kancut tengah memukuli ranting pohon sagu yang tebal dengan parang nya di atas tikar buatan tangan istri nya mengenakan gelang manik-manik dan sarung.

Hutan adalah sumber mata pencarian kami, yang menghidupkan kami. Kami telah tinggal di sana sebelum orang luar datang, memencing dalam air nya yang jernih berubah di rimba nya, memasak sagu dan mengunyah buah nya. Walaupun ke hidupan kami keras tapi kami puas. Namun sebuah perusaan penggergaji kayu telah menjadikan sungai kami berlumpur dan merusak rimba raya kami.

Bahkan ikan pun tidak dapat hidup di sungai yang kotor dan satwa liar tidak dapat hidup di hutan-hutan yang gundul. Kalian tengah merampas mata pencarian kami ingin kalian mengaembalikan tanah kami yang telah di wariskan kepada kami turun menurun oleh nenek moyang kami. Hentikanlah merusaki hutan kami. Hormatilah ke hudupan dan ke budayaan kami.

Leave a Reply

(*) Required, Your email will not be published